Lampung, 27 Juni 2025 — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik Pertamina Geothermal Energy (PGE) di Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, Jumat (27/6). PLTP dengan kapasitas 55 megawatt (MW) ini menjadi simbol komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi bersih dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan dan pengoperasian PLTP Ulubelu merupakan langkah konkret Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil serta mewujudkan komitmen dalam perjanjian iklim global.
“Ini bukan hanya tentang listrik. Ini adalah tentang masa depan. Masa depan yang lebih bersih, lebih hijau, dan lebih mandiri. Indonesia dianugerahi kekayaan sumber daya alam luar biasa, termasuk potensi panas bumi yang sangat besar. Sudah saatnya kita memanfaatkannya secara optimal untuk generasi mendatang,” tegas Prabowo.
Investasi Strategis Pertamina
Pembangunan PLTP Ulubelu Unit 5 ini dilakukan oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), anak usaha Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) Pertamina. Investasi proyek ini menelan biaya sekitar USD 180 juta atau setara Rp 2,8 triliun dan merupakan bagian dari target strategis untuk meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia.
Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, menjelaskan bahwa PLTP Ulubelu Unit 5 akan menyuplai energi bersih ke sistem kelistrikan Sumatera Bagian Selatan dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik lebih dari 80.000 rumah tangga.
“PLTP ini adalah bentuk nyata dari dedikasi Pertamina untuk menjadi pemimpin transisi energi di Indonesia dan regional. Kami terus mengembangkan potensi panas bumi nasional yang saat ini baru sekitar 10% dari total potensinya yang mencapai 29 GW,” jelas Julfi.
Energi Panas Bumi, Solusi Hijau Berkelanjutan
Indonesia merupakan negara dengan potensi panas bumi terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Namun pemanfaatannya baru sekitar 2,4 GW dari potensi total. PLTP Ulubelu merupakan salah satu unit pionir yang sudah beroperasi sejak 2012, dan dengan tambahan Unit 5 ini, total kapasitasnya kini mencapai 220 MW.
Energi panas bumi dianggap sebagai salah satu sumber energi terbarukan paling andal karena stabilitas pasokannya tidak tergantung pada kondisi cuaca, berbeda dengan energi surya atau angin.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang turut hadir dalam peresmian, menegaskan bahwa pengembangan PLTP akan menjadi tulang punggung dalam pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060.
“Pengembangan panas bumi adalah prioritas. Selain ramah lingkungan, pengembangannya menciptakan banyak lapangan kerja dan membuka akses energi untuk daerah terpencil,” ujarnya.
Lihat Juga: Presiden Prabowo Resmikan PLTP di Lampung kapasitas 55 MW
Daya Dorong Ekonomi Daerah
Peresmian PLTP ini juga membawa dampak positif secara langsung terhadap masyarakat sekitar. Selain memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD), proyek ini membuka lebih dari 500 lapangan kerja selama fase konstruksi dan puluhan pekerjaan tetap saat fase operasi.
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, menyambut baik kehadiran PLTP tersebut dan menyatakan komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendukung setiap program pembangunan energi terbarukan.
“Lampung siap menjadi pusat energi hijau di Sumatera. Kami ingin pembangunan ini juga berkeadilan, masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari kemajuan yang dibawa oleh PLTP,” kata Arinal.
Kolaborasi Multipihak dan Masa Depan Energi
PLTP Ulubelu Unit 5 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dan swasta nasional. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama lintas sektor sangat penting dalam mewujudkan ambisi energi bersih Indonesia.
Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 23% pada tahun 2025 dan meningkat secara progresif hingga 60% pada 2060. PLTP seperti Ulubelu menjadi pilar penting dalam mencapai target tersebut.
Penutup
Peresmian PLTP Ulubelu Unit 5 oleh Presiden Prabowo menandai babak baru dalam peta energi nasional Indonesia. Di tengah ancaman perubahan iklim dan krisis energi global, Indonesia menunjukkan bahwa solusi ada di dalam negeri — melalui kekayaan alam, komitmen politik, dan kolaborasi lintas sektor.
Dengan hadirnya PLTP ini, Indonesia tak hanya menyalakan lampu, tetapi juga menyalakan harapan untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.








