Blora, Jawa Tengah – 10 Juni 2025
Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap praktik korupsi di daerah, sebuah langkah progresif dan penuh harapan lahir dari jantung Kabupaten Blora. Pada Selasa pagi, 10 Juni 2025, bertempat di Pendopo Kabupaten, Lembaga Koalisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi dideklarasikan sebagai organisasi independen masyarakat sipil yang berkomitmen menumpas praktik korupsi dari akar-akarnya.
Lembaga ini bukan bagian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nasional, melainkan inisiatif lokal berbasis masyarakat yang mengusung semangat kolaborasi lintas elemen: aktivis, akademisi, tokoh agama, tokoh pemuda, jurnalis, serta unsur pemerintahan yang berintegritas. Deklarasi ini disebut-sebut sebagai tonggak baru dalam gerakan anti-korupsi di tingkat daerah, khususnya di wilayah Blora dan sekitarnya.
Deklarasi dan Dukungan Masyarakat
Dalam suasana yang khidmat, lebih dari 300 orang menghadiri deklarasi pembentukan Koalisi Pemberantasan Korupsi di Blora. Di antara yang hadir adalah Bupati Blora, perwakilan Kejaksaan Negeri, tokoh agama, pelajar, serta LSM yang selama ini aktif mengawasi proyek-proyek pemerintah.
Ketua Umum Koalisi, Arif Prabowo, menyampaikan pidato pembukaan dengan penuh semangat. “Korupsi bukan hanya soal uang rakyat yang dikorupsi, tetapi juga soal keadilan yang dirampas dan masa depan yang dicuri,” tegas Arif. Ia menyatakan bahwa Koalisi ini akan menjadi mata dan telinga masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan, proyek pembangunan, hingga penyaluran bantuan sosial.
“Ini adalah rumah besar untuk semua warga Blora yang mencintai kejujuran dan transparansi,” imbuhnya.
Lihat Juga: LEMBAGA PEMBERANTASAN KORUPSI SIAP LAWAN KORUPSI
Fokus Kerja dan Strategi
Lembaga KPK Blora memiliki tiga pilar utama dalam strateginya:
- Pendidikan dan Literasi Publik
Lembaga akan menyasar sekolah-sekolah, kampus, serta komunitas pemuda untuk membangun kesadaran anti-korupsi sejak dini. “Kami tidak bisa hanya reaktif terhadap kasus, kami ingin proaktif mendidik,” ujar sekretaris lembaga, Lestari Handayani. - Investigasi dan Advokasi
Tim investigasi akan dibentuk untuk memantau dan menyelidiki dugaan penyalahgunaan anggaran daerah, terutama pada sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Hasilnya akan dipublikasikan secara terbuka dan, jika perlu, dilaporkan kepada penegak hukum. - Kolaborasi Lintas Sektor
Lembaga ini juga membuka ruang kolaborasi dengan aparat penegak hukum, inspektorat, bahkan DPRD Blora. Koalisi menyadari bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tetapi butuh gotong royong seluruh lapisan masyarakat.
Reaksi Pemerintah dan Tokoh Masyarakat
Bupati Blora, H. Sumarno, S.H., M.M., dalam sambutannya menyambut baik pendirian Koalisi ini. “Kritik dan pengawasan adalah vitamin untuk pemerintahan. Kami tidak alergi dikritik. Selama itu untuk kebaikan rakyat, kami siap bersinergi,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.
Sementara itu, tokoh agama dari MUI Blora, KH. Asyrofi Mahfudz, mengingatkan bahwa korupsi bukan sekadar kejahatan hukum, melainkan juga dosa moral. “Memberantas korupsi adalah bagian dari ibadah sosial. Maka saya dukung penuh lembaga ini,” katanya.
Tantangan di Depan Mata
Meski penuh semangat, lembaga ini sadar bahwa jalan yang akan ditempuh tidak mudah. Ancaman dari pihak-pihak yang merasa terganggu, tekanan politik, hingga upaya delegitimasi bisa saja terjadi.
“Kami bukan lembaga penegak hukum, tetapi kami punya kekuatan moral dan kekuatan rakyat. Dan kami tidak takut,” ujar Arif Prabowo saat ditanya tentang potensi intervensi dari elite lokal.
Mereka juga mengajak masyarakat umum untuk menjadi pelapor aktif. Sebuah sistem pelaporan online berbasis anonim sedang dikembangkan dan akan diluncurkan dalam beberapa pekan ke depan.
Harapan untuk Masa Depan Blora
Pembentukan Koalisi Pemberantasan Korupsi di Blora menjadi sinyal bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya transparansi semakin tinggi. Di tengah ketidakpercayaan terhadap sistem hukum yang kerap dianggap tebang pilih, kehadiran lembaga sipil ini diharapkan bisa menjadi harapan baru.
Dengan semangat “Dari Blora untuk Indonesia”, Koalisi ini berniat menjadi model perlawanan rakyat terhadap korupsi di tingkat lokal yang bisa ditiru daerah lain.
“Ini bukan akhir dari perjuangan, ini baru permulaan,” tegas Arif Prabowo dalam penutupan deklarasi.






