Jakarta – Piala AFF U-23 2025 tinggal menghitung hari, namun persiapan Tim Nasional Indonesia U-23 menuai sorotan. Pelatih anyar Gerald Vanenburg yang ditunjuk PSSI untuk menangani tim muda ini justru memilih tidak menggelar laga uji coba internasional jelang turnamen. Keputusan itu memicu perdebatan publik soal kesiapan dan peluang Garuda Muda di turnamen bergengsi se-Asia Tenggara tersebut.
Lantas, bagaimana sebenarnya peluang Timnas U-23 Indonesia dalam Piala AFF 2025 tanpa agenda uji coba?
Langkah Berani Vanenburg: Fokus ke Latihan Internal
Gerald Vanenburg, legenda sepak bola Belanda dan mantan asisten pelatih Ajax Amsterdam, membawa filosofi baru ke dalam tim. Alih-alih menggelar uji coba seperti pelatih-pelatih sebelumnya, ia memilih memaksimalkan pemusatan latihan internal di Jakarta dan Solo.
Menurut Vanenburg, strategi ini memungkinkan dia untuk mengevaluasi pemain secara mendalam dan menanamkan taktik secara sistematis.
“Saya butuh waktu membentuk tim secara kolektif. Uji coba tidak selalu mencerminkan kesiapan. Saya lebih percaya proses latihan yang intens dan terkontrol,” kata Vanenburg dalam konferensi pers 8 Juli 2025 lalu.
Namun keputusan ini menimbulkan kekhawatiran. Banyak pihak menilai laga uji coba penting sebagai simulasi tekanan pertandingan dan adaptasi taktik secara nyata.
Kekuatan Tim: Talenta Muda Penuh Potensi
Meski tanpa uji coba, skuad Garuda Muda tetap dipenuhi talenta menjanjikan. Beberapa nama seperti Marselino Ferdinan (KMSK Deinze), Arkhan Fikri (Arema FC), dan Frengky Missa (Persija) masuk daftar pemain yang dipanggil. Mereka punya pengalaman di level senior dan terbukti mampu bersaing di turnamen besar.
Vanenburg juga menyertakan beberapa pemain debutan dari Liga 1 dan Liga 2 yang disebut punya kecepatan, visi bermain, dan daya juang tinggi. Artinya, Indonesia akan tampil dengan komposisi kombinasi pengalaman dan darah segar.
Lihat Juga: Peluang Timnas di Piala AFF U-23 2025, Saat Tak Gelar Uji Coba
Tantangan Berat: Persaingan Ketat di Grup Neraka
Berdasarkan hasil undian Piala AFF U-23 2025, Indonesia tergabung di Grup B bersama Thailand dan Myanmar—dua tim yang juga difavoritkan lolos. Thailand, sang juara bertahan, selalu menjadi batu sandungan bagi Indonesia di berbagai level usia.
Ketiadaan uji coba membuat publik bertanya-tanya apakah pemain mampu langsung “klik” saat tampil dalam laga kompetitif pertama nanti.
Analis sepak bola Asia Tenggara, Phairat Manachai dari Bangkok Post, menyatakan:
“Thailand sangat serius dengan turnamen ini. Mereka menggelar tiga laga uji coba dengan tim kuat seperti Jepang U-20 dan Vietnam U-23. Indonesia, tanpa uji coba, punya risiko besar di pertandingan pertama.”
Dukungan Publik dan Harapan Realistis
Meski persiapan menuai kritik, publik sepak bola nasional tetap berharap tim ini bisa setidaknya melangkah ke semifinal. Dengan sistem kompetisi yang memungkinkan runner-up terbaik lolos ke semifinal, peluang itu masih terbuka lebar jika tim bisa tampil solid sejak laga perdana.
PSSI pun tetap optimistis. Ketua Umum Erick Thohir mengatakan bahwa kepercayaan kepada Vanenburg adalah bagian dari proyek jangka panjang pembinaan sepak bola Indonesia.
“AFF U-23 bukan hanya soal gelar, tapi membentuk kerangka tim untuk SEA Games dan Kualifikasi Piala Asia U-23,” ujar Erick.
Kesimpulan: Peluang Masih Ada, Tapi Risiko Tinggi
Tanpa uji coba, Timnas Indonesia U-23 memang kehilangan satu elemen penting dalam persiapan, yakni simulasi pertandingan. Namun, dengan kualitas individu pemain, pengalaman beberapa di level senior, dan strategi latihan intensif ala Vanenburg, peluang tetap ada meski tidak besar.
Kuncinya ada di dua laga awal—jika mampu meraih minimal empat poin dari dua laga pembuka, langkah ke semifinal bisa digapai. Tapi jika gagal beradaptasi cepat, Indonesia bisa pulang lebih awal dari turnamen yang dihelat di Vietnam ini.
Pertanyaannya kini: akankah pendekatan tak lazim Vanenburg berbuah manis atau justru jadi bumerang?








