Buenos Aires – Gelombang solidaritas terhadap rakyat Palestina terus bergema di berbagai penjuru dunia. Kali ini, ribuan warga Argentina turun ke jalan dalam sebuah aksi besar-besaran yang mengguncang pusat kota Buenos Aires. Dengan membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Palestina” dan “Hentikan Genosida”, massa yang terdiri dari aktivis HAM, mahasiswa, tokoh agama, serta warga sipil dari berbagai kalangan, menyuarakan kecaman keras terhadap agresi militer Israel di Jalur Gaza.
Dalam aksi tersebut, sebuah momen dramatis terjadi saat massa membakar bendera Israel di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat. Tindakan ini menjadi simbol kemarahan yang meluap terhadap tindakan militer Israel yang telah menewaskan ribuan warga sipil di Gaza, termasuk anak-anak dan perempuan.
Teriakan Keadilan dari Amerika Latin
Argentina selama ini dikenal sebagai negara yang lantang menyuarakan keadilan internasional. Demonstrasi yang terjadi di ibu kota bukanlah yang pertama, namun skala dan intensitasnya kali ini tergolong luar biasa. Aksi damai tersebut diorganisir oleh sejumlah organisasi seperti “Movimiento de Solidaridad con Palestina”, “Madres de Plaza de Mayo”, serta komunitas Muslim lokal yang telah lama bersuara membela rakyat Palestina.
“Yang terjadi di Gaza bukan sekadar konflik biasa. Ini adalah kejahatan kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam. Kami di Argentina tidak akan tinggal diam!” ujar María Dolores Hernández, salah satu orator utama aksi tersebut.
Simbol Protes: Pembakaran Bendera dan Poster Anti-Israel
Selain bendera Israel, sejumlah poster bergambar tokoh-tokoh politik Israel juga dibakar, di antaranya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang disebut oleh pengunjuk rasa sebagai “arsitek penjajahan”. Poster-poster dengan tulisan “Israel is an apartheid state”, “Stop the ethnic cleansing in Gaza”, dan “From the river to the sea, Palestine will be free” terlihat memenuhi jalanan.
Meski sebagian menyebut aksi pembakaran bendera sebagai bentuk ekstremisme, para demonstran menegaskan bahwa itu adalah bentuk ekspresi kemarahan terhadap kebungkaman dunia internasional.
Lihat Juga: BELA GAZA PALESTIN! ARGENTINA BAKAR BENDERA ISRAEL
Reaksi Pemerintah Argentina
Pemerintah Argentina, melalui Kementerian Luar Negeri, menyampaikan pernyataan netral dan menyerukan “penghentian segera kekerasan di Gaza serta penyelesaian damai melalui jalur diplomatik.” Namun, pernyataan itu dianggap terlalu lemah oleh sejumlah tokoh dan pengamat HAM di Argentina.
“Pemerintah terlalu lembek. Mereka harus mencabut hubungan diplomatik dengan Israel, bukan hanya sekadar seruan damai,” kritik Ricardo Meléndez, seorang profesor ilmu politik Universitas Buenos Aires.
Aksi Serupa di Negara Amerika Latin Lainnya
Demonstrasi di Argentina hanyalah bagian dari gelombang besar solidaritas yang juga terjadi di negara-negara tetangga. Di Chili, Bolivia, dan Venezuela, ribuan warga juga turun ke jalan mengutuk tindakan Israel. Di beberapa kota besar Amerika Latin, mural dan grafiti pro-Palestina mulai bermunculan sebagai bentuk seni perlawanan.
Krisis Gaza 2025: Genosida di Mata Dunia
Kecaman terhadap Israel semakin menguat sejak serangan militer intensif dilancarkan ke Jalur Gaza sejak awal Juni 2025. Data dari organisasi internasional menyebutkan bahwa lebih dari 8.000 warga Palestina tewas, ribuan bangunan hancur, dan fasilitas kesehatan lumpuh total. Seruan untuk boikot Israel kembali menguat, bahkan di negara-negara yang sebelumnya bersikap netral.
Kesimpulan: Dunia Tidak Lagi Diam
Aksi dramatis warga Argentina yang membakar bendera Israel mencerminkan satu hal: dunia mulai bangkit. Di tengah arus informasi global, kekejaman tidak bisa lagi ditutupi. Solidaritas lintas negara dan budaya membuktikan bahwa perjuangan Palestina adalah perjuangan kemanusiaan.
Argentina telah bersuara. Dunia lainnya menunggu giliran.








