Jawa Timur – Industri air minum dalam kemasan (AMDK) di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran merek baru yang mulai banyak diperbincangkan publik, yakni Aquviva. Meski terbilang baru, Aquviva perlahan tapi pasti menembus pasar yang selama ini didominasi oleh merek-merek raksasa seperti Aqua (Danone), Le Minerale (Mayora Group), hingga Cleo (PT Sariguna Primatirta Tbk).
Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya karena penetrasi cepatnya di sejumlah wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur, melainkan juga karena figur misterius di balik merek tersebut. Lalu, siapa sebenarnya pemilik Aquviva?
Masuk Pasar Tanpa Banyak Publisitas
Aquviva pertama kali muncul secara masif di pasaran pada akhir 2023 melalui kanal distribusi modern seperti supermarket besar dan e-commerce. Tanpa iklan televisi besar-besaran atau kampanye media sosial yang agresif, produk ini justru menarik perhatian karena kemasan elegan, harga kompetitif, serta positioning sebagai “air mineral murni dari sumber pegunungan alami”.
Dibanding kompetitor yang sudah lebih dulu mapan, Aquviva terbilang unik dalam pendekatannya: mereka menyasar kalangan menengah ke atas, dengan desain botol futuristik yang tampak premium namun tetap terjangkau.
Sosok di Balik Aquviva: Milik Konglomerat Muda?
Dari penelusuran tim redaksi, merek Aquviva berada di bawah naungan perusahaan bernama PT Vivaldi Indo Perkasa, sebuah perusahaan yang baru terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM pada awal 2022. Berdasarkan dokumen akta perusahaan yang berhasil dihimpun, nama yang muncul sebagai pendiri dan komisaris utama adalah Aditya Vivaldi Pranata—nama yang sebelumnya belum terlalu dikenal publik.
Aditya diketahui merupakan anak dari pengusaha logistik dan ekspor-impor asal Surabaya, yang memiliki sejumlah jaringan bisnis di Asia Tenggara. Lulusan sekolah bisnis di Australia ini disebut mulai membangun perusahaan sendiri tanpa langsung menggunakan nama besar keluarganya.
“Aditya tipikal generasi kedua konglomerat yang ingin membangun reputasi dari nol,” ungkap salah satu sumber yang pernah bekerja di perusahaan Vivaldi Group. “Dia memilih air mineral karena permintaannya stabil dan peluang inovasi masih luas.”
Lihat Juga: Siapa Pemilik Aquviva yang Ramaikan Merek Air Mineral? Ini Dia!!!
Strategi Bisnis: Pabrik Dekat Sumber Mata Air
Aquviva saat ini memproduksi air minumnya dari pabrik di kawasan Mojokerto, Jawa Timur, yang dibangun tidak jauh dari sumber mata air alami Pegunungan Arjuno. Strategi ini disebut menjadi keunggulan tersendiri karena efisiensi biaya logistik dan keaslian air yang lebih terjaga.
Dengan kapasitas produksi awal sebesar 250.000 liter per hari, PT Vivaldi Indo Perkasa menargetkan untuk menembus pasar nasional secara bertahap hingga 2026. Mereka juga tengah membangun pabrik kedua di daerah Bogor untuk memenuhi kebutuhan pasar Jabodetabek dan Sumatera bagian selatan.
Terobosan Branding: Gandeng Influencer & Hotel Premium
Meski tanpa banyak iklan konvensional, Aquviva cukup aktif menggandeng influencer kesehatan dan gaya hidup di media sosial. Di TikTok, kampanye bertajuk #HydrateWithStyle berhasil menembus lebih dari 20 juta penayangan dalam dua bulan pertama.
Tak hanya itu, Aquviva juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah jaringan hotel bintang empat dan lima di Bali dan Jakarta sebagai air mineral eksklusif di kamar-kamar tamu.
Tantangan di Tengah Ketatnya Kompetisi
Namun, bukan berarti jalan Aquviva mulus tanpa hambatan. Sebagai pendatang baru, mereka menghadapi tekanan dari pemain besar yang memiliki jaringan distribusi kuat dan loyalitas pelanggan tinggi. Belum lagi isu lingkungan dan keberlanjutan yang menjadi sorotan dalam industri AMDK.
Meski begitu, PT Vivaldi Indo Perkasa menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Dalam rilis resminya, mereka mengklaim menggunakan kemasan 100% dapat didaur ulang dan menjalankan program konservasi air bersama masyarakat sekitar sumber mata air.
Penutup: Pemain Baru yang Patut Diwaspadai
Kehadiran Aquviva menjadi sinyal bahwa pasar air mineral Indonesia masih menyimpan potensi besar bagi pemain baru yang inovatif dan berani mengambil risiko. Di bawah kendali Aditya Vivaldi Pranata, Aquviva tidak hanya menjual air, tetapi juga membentuk brand lifestyle yang menyasar generasi muda urban yang peduli kesehatan dan penampilan.
Meski masih panjang jalan yang harus ditempuh untuk menyaingi dominasi raksasa seperti Aqua dan Le Minerale, Aquviva kini telah menjadi pemain yang patut diperhitungkan. Dan siapa tahu, dalam waktu dekat, nama Aditya Vivaldi bisa sejajar dengan para taipan industri makanan dan minuman Indonesia.








