BLORA — Pemerintah Kabupaten Blora resmi memulai penyusunan master plan pengembangan geopark sebagai langkah strategis untuk menjadikan potensi geologi daerah sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus wahana edukasi berkelanjutan. Proses ini ditandai dengan digelarnya forum diskusi lintas sektor pada akhir Juni 2025, yang melibatkan akademisi, komunitas pecinta alam, pelaku pariwisata, hingga pihak kementerian terkait.
Bupati Blora, Arief Rohman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan master plan ini merupakan tindak lanjut dari kajian awal potensi geologi Blora yang menunjukkan kekayaan struktur batuan, fosil, serta lanskap alam unik yang bisa dikembangkan menjadi kawasan geopark berstandar nasional.
“Blora memiliki warisan geologi yang luar biasa, mulai dari struktur batuan karst, situs fosil purba di Menden dan Kedungtuban, hingga potensi budaya lokal yang mendukung. Kami ingin mengemas semua potensi itu dalam satu narasi wisata edukatif dan berkelanjutan,” ujar Bupati Arief.
Fokus pada Kawasan Selatan dan Tengah Blora
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Blora, Drs. Suryanto, menyebutkan bahwa wilayah selatan dan tengah Blora menjadi prioritas dalam pengembangan geopark. Kawasan seperti Pegunungan Kapur Utara, Situs Fosil Menden, dan Cagar Alam Goa Terawang telah diidentifikasi sebagai zona inti dalam rancangan awal geopark.
“Wilayah-wilayah ini tidak hanya menyimpan nilai geologi yang tinggi, tetapi juga sudah memiliki aksesibilitas dan pengakuan publik. Kami ingin memperkuat aspek konservasi sekaligus memperluas peran geopark sebagai penggerak ekonomi lokal,” jelas Suryanto.
Libatkan Ahli Geologi dan UNESCO Global Geopark Network
Dalam penyusunan master plan ini, Pemkab Blora bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Geologi Kementerian ESDM. Kolaborasi juga dijajaki dengan Jaringan Geopark Nasional dan UNESCO Global Geopark Network agar pengembangan ini tidak hanya berskala lokal, namun juga dapat didaftarkan ke dalam jaringan geopark dunia.
Dr. Yusanto Prasetyo, geolog dari UGM yang turut hadir dalam forum awal tersebut, menyampaikan bahwa Blora memiliki potensi menjadi bagian dari geopark nasional bahkan internasional, mengingat kekayaan jejak kehidupan purba dan lanskap karst yang otentik.
“Situs di Blora menyimpan data penting soal evolusi lingkungan di Jawa bagian timur. Bila dikembangkan serius, ini bisa menjadi daya tarik ilmiah sekaligus wisata edukatif berskala global,” ujar Yusanto.
Lihat Juga: Pemkab Blora Mulai Susun Master Plan Pengembangan Geopark
Dukungan Infrastruktur dan Eduwisata
Salah satu aspek penting yang dibahas dalam forum adalah pengembangan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan ke lokasi geopark, pusat informasi geologi, jalur trekking edukatif, serta pelatihan pemandu lokal. Pemerintah daerah menargetkan agar masyarakat sekitar terlibat langsung sebagai pelaku utama dalam ekowisata geopark.
Kepala Dinas Pariwisata Blora, Setyo Edy, menambahkan bahwa pihaknya akan mulai mengintegrasikan promosi geopark dalam kalender wisata daerah, termasuk dalam event budaya tahunan seperti Festival Barongan dan Blora Batik Carnival.
“Konsep geopark ini akan menjadi napas baru pariwisata Blora. Tidak hanya indah secara visual, tapi sarat ilmu dan sejarah. Kami ingin wisatawan datang, belajar, dan tinggal lebih lama di Blora,” kata Edy.
Target Penyelesaian dan Pengajuan Status
Penyusunan master plan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025. Setelah itu, Pemkab Blora akan mengajukan proposal status Geopark Nasional kepada Komite Nasional Geopark Indonesia. Jika lolos, Blora akan menjadi salah satu dari sedikit kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki kawasan geopark resmi.
Masyarakat pun menyambut inisiatif ini dengan antusias. Komunitas pencinta alam dan pelestari situs geologi lokal bahkan telah mengajukan usulan nama untuk geopark yang akan dikembangkan, salah satunya “Blora Ancient Land Geopark” yang mencerminkan karakter purba wilayah tersebut.
Kesimpulan
Langkah Pemkab Blora dalam menyusun master plan geopark merupakan tonggak penting menuju transformasi pariwisata berbasis sains, konservasi, dan budaya. Jika berjalan sesuai rencana, geopark Blora tak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata, tapi juga memperkuat identitas daerah sebagai kawasan yang kaya warisan alam dan sejarah bumi.








