Singapura, 1 Juni 2025 – Turnamen bulu tangkis bergengsi Singapura Open 2025 resmi berakhir dengan menyuguhkan drama, kejutan, dan pertunjukan kelas dunia yang mengguncang Singapore Indoor Stadium. Turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 ini mempertemukan pemain-pemain elite dari seluruh dunia dalam persaingan sengit selama sepekan, mulai 27 Mei hingga 1 Juni 2025.
Berikut adalah rangkuman lengkap hasil, sorotan, dan analisis dari Singapura Open 2025.
Tunggal Putra: Viktor Axelsen Bangkit, Tapi Shi Yu Qi Lebih Tangguh
Final tunggal putra mempertemukan Shi Yu Qi (China) dan Viktor Axelsen (Denmark), dua rival klasik yang sudah sering bertemu di berbagai turnamen utama. Setelah penampilan mengecewakan di Thomas Cup 2024, Shi Yu Qi menunjukkan kebangkitannya dengan permainan tenang dan agresif. Dalam pertandingan final yang berlangsung selama 67 menit, Shi Yu Qi mengalahkan Axelsen dengan skor 21-18, 19-21, 21-13.
Kemenangan ini menjadi gelar Singapura Open kedua bagi Shi Yu Qi setelah sebelumnya menjuarai edisi 2022. Axelsen, yang sebelumnya difavoritkan, harus mengakui keunggulan rivalnya setelah banyak melakukan unforced error di gim penentuan.
Tunggal Putri: An Se Young Kembali ke Tahta
Pebulu tangkis asal Korea Selatan, An Se Young, membuktikan bahwa dirinya belum habis. Setelah mengalami cedera pada akhir tahun 2024, ia tampil konsisten sepanjang turnamen. Di final, ia menghadapi bintang muda Jepang, Akane Yamaguchi, dalam pertandingan yang berlangsung seru dan ketat.
Dengan skor 23-21, 17-21, 21-16, An Se Young sukses membawa pulang gelar Singapura Open 2025, mempertegas statusnya sebagai salah satu tunggal putri terbaik dunia saat ini. Kemenangan ini disambut sorak-sorai publik Singapura yang menyukai gaya main cerdas dan defensifnya.
Ganda Putra: Kejutan dari Pasangan Indonesia
Salah satu kisah paling inspiratif datang dari sektor ganda putra. Pasangan muda Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, secara mengejutkan berhasil menjadi juara dengan mengalahkan pasangan nomor satu dunia Liang Wei Keng/Wang Chang (China) di final.
Leo/Daniel tampil agresif sejak awal turnamen dan menyingkirkan unggulan-unggulan utama. Di partai puncak, mereka menang 21-19, 14-21, 21-17, menandai gelar Super 750 pertama mereka sepanjang karier. Kemenangan ini sekaligus memperkuat posisi mereka sebagai salah satu pasangan masa depan Indonesia yang patut diperhitungkan di Olimpiade Paris 2028 mendatang.
Ganda Putri: Jepang Masih Perkasa
Ganda putri Jepang kembali menunjukkan dominasinya lewat kemenangan Nami Matsuyama/Chiharu Shida atas wakil Korea Selatan Kim So Yeong/Kong Hee Yong dengan skor 21-15, 21-19. Kombinasi solid pertahanan dan rotasi cepat membuat pasangan Jepang unggul dalam rally-rally panjang.
Gelar ini menjadi angin segar bagi Jepang yang sebelumnya tampil kurang meyakinkan di Uber Cup 2024.
Ganda Campuran: Zheng/Huang Tak Terbendung
Pasangan legendaris China, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, kembali menunjukkan bahwa mereka masih raja dan ratu ganda campuran dunia. Di final Singapura Open 2025, mereka menghentikan laju pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai dengan skor meyakinkan 21-13, 21-17.
Dengan kemenangan ini, Zheng/Huang mencatatkan gelar keempat mereka di musim 2025 dan semakin mendekatkan diri ke peringkat satu dunia yang kini masih ditempati oleh pasangan Korea Selatan, Seo/Chae.
Peringkat Akhir & Distribusi Medali: Dominasi Asia Masih Berlanjut
Dari keseluruhan sektor, Asia benar-benar mendominasi turnamen ini. Lima gelar yang diperebutkan seluruhnya jatuh ke tangan negara-negara Asia, menegaskan bahwa benua ini masih menjadi poros kekuatan bulu tangkis dunia.
| Kategori | Juara |
|---|---|
| Tunggal Putra | Shi Yu Qi (China) |
| Tunggal Putri | An Se Young (Korea Selatan) |
| Ganda Putra | Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (INA) |
| Ganda Putri | Nami Matsuyama/Chiharu Shida (Jepang) |
| Ganda Campuran | Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) |








