Blora – Memasuki pertengahan semester, siswa kelas 2 Sekolah Dasar di berbagai daerah mulai mempersiapkan diri menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS). Salah satu mata pelajaran yang mendapat perhatian khusus adalah Bahasa Indonesia, terutama dengan penerapan Kurikulum Merdeka (Kurmer) yang kini mengusung pendekatan Deep Learning.
Kurikulum Merdeka tidak lagi menekankan hafalan semata, melainkan menumbuhkan pemahaman mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan komunikasi. Hal ini tercermin dalam penyusunan soal-soal PTS Bahasa Indonesia yang lebih menekankan pada kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan menyimak dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa.
PTS sebagai Tolok Ukur Capaian Belajar
PTS diadakan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami materi pembelajaran pada semester berjalan. Untuk kelas 2 SD, materi Bahasa Indonesia semester 1 biasanya meliputi:
- Membaca nyaring teks sederhana dengan lafal dan intonasi yang tepat.
- Menangkap pesan dari cerita rakyat, dongeng, atau teks pendek.
- Menulis kalimat sederhana dengan huruf kapital, tanda baca, dan ejaan yang benar.
- Berbicara dengan kalimat runtut untuk menceritakan pengalaman pribadi.
- Memahami kosakata baru dari bacaan dan menggunakannya dalam kalimat.
Dengan pende
katan deep learning, guru tidak hanya memberikan soal hafalan, tetapi juga menuntun siswa menghubungkan bacaan dengan pengalaman nyata. Misalnya, setelah membaca teks tentang pasar tradisional, siswa diminta menjawab pertanyaan tentang pengalaman mereka ketika ikut orang tua berbelanja.
Contoh Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester 1
Berikut beberapa contoh soal bergaya Kurmer Deep Learning yang mulai digunakan di sekolah-sekolah:
Bagian Membaca dan Menyimak
Teks:
“Pagi hari, Dika membantu ibu menyapu halaman. Setelah itu, ia mandi lalu sarapan bersama keluarga.”
Pertanyaan:
- Apa yang dilakukan Dika pada pagi hari?
- Setelah menyapu halaman, kegiatan apa yang dilakukan Dika?
- Mengapa Dika disebut anak yang rajin?
Bagian Menulis
- Tuliskan 3 kalimat tentang kegiatanmu sebelum berangkat sekolah!
- Perbaiki kalimat berikut agar benar:
- “saya pergi kesekolah bersama ibu” → …
Bagian Berbicara (lisan, biasanya dinilai saat ujian praktik)
- Ceritakan pengalamanmu saat bermain bersama teman di rumah!
Soal-soal seperti ini mendorong siswa tidak hanya mengingat, tetapi juga mengaitkan pengalaman pribadi, menyusun kalimat, dan melatih rasa percaya diri.
Peran Guru dan Orang Tua
Dalam Kurmer, keberhasilan belajar bukan hanya ditentukan oleh siswa, tetapi juga kolaborasi antara guru dan orang tua. Guru berperan sebagai fasilitator yang menghadirkan soal-soal bermakna, sedangkan orang tua mendukung anak dengan menyediakan waktu membaca di rumah, berdialog ringan, hingga membiasakan menulis sederhana seperti menulis daftar belanja atau catatan harian.
Orang tua juga diharapkan tidak menekan anak dengan target nilai semata. Sebaliknya, PTS menjadi sarana evaluasi pembelajaran agar anak lebih semangat belajar dan guru bisa memperbaiki metode mengajar.
Lihat Juga: Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester 1 Kurmer
Tantangan dan Harapan
Meski Kurikulum Merdeka membawa semangat baru, tantangan tetap ada. Beberapa sekolah di daerah masih terbatas dalam sumber bacaan, akses teknologi, serta pemahaman orang tua mengenai konsep deep learning.
Namun, berbagai program pemerintah, seperti Merdeka Belajar dan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), terus digulirkan untuk memperkuat budaya membaca sejak dini. Harapannya, siswa tidak hanya mampu menjawab soal PTS, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang kritis, komunikatif, dan mencintai literasi.
Kesimpulan
Soal PTS Bahasa Indonesia kelas 2 semester 1 dengan Kurikulum Merdeka Deep Learning bukan sekadar ujian, melainkan sarana membentuk karakter, keterampilan bahasa, dan kecintaan anak pada literasi. Dengan dukungan guru, sekolah, dan orang tua, PTS dapat menjadi momentum evaluasi sekaligus langkah nyata menuju pendidikan yang lebih bermakna.
Download di sini: Soal PTS Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester 1 Kurmer





