1. Latar Belakang dan Konteks Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka merupakan pendekatan pendidikan baru dari Kemdikbudristek yang mengedepankan profil pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis pembelajaran bermakna, serta modul ajar yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik. Salah satu pendekatan penting dalam implementasi adalah Deep Learning, yaitu pembelajaran mendalam yang memfokuskan pada pemahaman, refleksi, dan pengembangan pola pikir kritis, kreatif, komunikatif, dan kolaboratif.
Modul ajar ini disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) kelas 5, yang telah direvisi untuk Tahun Pelajaran 2025/2026 Linktreewww.slideshare.net. Fokus modul ini adalah Semester 1, mencakup Bab 5 hingga Bab 8 yang mengintegrasikan konsep matematika pokok dengan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning).
2. Struktur Modul Ajar dan Pendekatan Deep Learning
Menurut materi percontohan yang tersedia, modul ajar Deep Learning Matematika Kelas 5 CP-032 untuk tahun ajaran 2025/2026 berisi capaian pembelajaran tentang number sense—pemahaman jumlah, penulisan, nilai tempat, urutan, komposisi-dekomposisi bilangan cacah sampai 1.000.000, termasuk pemecahan masalah terkait uang www.slideshare.net.
Komponen umum modul ajar – yang diterapkan dalam modul Matematika Fase C Kelas 5 SD/MI – meliputi:
- Identitas modul dan informasi umum (sekolah, jenjang, alokasi waktu)
- Kompetensi Awal
- Profil Pelajar Pancasila
- Sarana dan prasarana
- Tujuan Pembelajaran (Capaian Pembelajaran)
- Komponen Pembelajaran: pemahaman bermakna, asesmen (formatif dan sumatif), pengayaan/remedial, refleksi guru dan siswa
- Lampiran: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), bahan bacaan, glosarium, daftar pustaka Modul Guruku.
Ini adalah struktur sistematis yang memungkinkan guru untuk merancang pembelajaran reflektif, interaktif, dan berbasis penemuan.
Lihat Juga: Modul Ajar Matematika SD/MI Kelas 5 Bab 5–8 Semester 1 Kurmer
3. Fokus Bab 5–8 Semester 1
Berdasarkan Buku Panduan Guru Matematika SD/MI Kelas V (Kurikulum 2013 sebagai referensi relevan), Bab 5 membahas luas daerah bangun datar, sedangkan Bab 8 mengulas analisis data (data dan diagram) Buku Kemdikbud.
Meski ini buku panduan generik, pedagogi dan materi inti dapat diadaptasi sesuai Kurikulum Merdeka—tentunya dengan integrasi Deep Learning.
Bab 5: Luas Daerah Bangun Datar
- Subbab A–D:
- A: Pengertian luas daerah bangun datar lewat aktivitas konkret (seperti menutup lantai dengan ubin) Buku Kemdikbud.
- B: Menemukan luas berbagai bangun datar (persegi panjang, segitiga, jajargenjang, trapesium, dsb.) melalui manipulatif dan penemuan terbimbing Buku Kemdikbud.
- C: Dekomposisi bangun gabungan untuk menentukan luas total Buku Kemdikbud.
- D: Hubungan luas dan keliling; misalnya mencari bentuk paling luas dengan keliling tetap Buku Kemdikbud.
Bab 6–7 (Hipotetis Adaptasi Deep Learning)
Meskipun kontennya tidak ditemukan langsung, modul bisa diisi dengan:
- Bab 6: Operasi bilangan, pecahan, dan desimal—sebagai kelanjutan dari number sense.
- Bab 7: Pengenalan konsep geometri sederhana (misalnya simetri atau sudut).
Pendekatan Deep Learning menekankan penemuan, diskusi, eksplorasi visual, dan refleksi.
Bab 8: Analisis Data
- Fokus pada pengumpulan, penyajian, dan interpretasi data (tabel frekuensi, diagram batangan, pictogram).
- Modul contoh berbasis kompetensi dengan pendekatan saintifik dan pembelajaran berbasis masalah sudah tersedia Scribd.
4. Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran
Pada masing-masing Bab, pendekatan Deep Learning diterapkan dengan:
- Eksplorasi Kontekstual: Mengaitkan konsep matematika dengan fenomena nyata (misalnya luas lantai, data survei sederhana)
- Penemuan Terbimbing: Guru menyusun pertanyaan menstimulasi siswa menemukan pada pola-pola dan rumus sendiri
- Manipulatif dan Visualisasi: Alat seperti petak, origami, tangram, diagram visual digunakan aktif di kelas Buku Kemdikbud
- Diskusi dan Presentasi: Siswa didorong untuk berdiskusi, presentasi hasil penemuan, refleksi pemahaman
- Asesmen Formatif: Refleksi, pertanyaan terbuka, dan kerja kelompok menjadi rujukan pemahaman, bukan hanya tes akhir
- Diferensiasi: Modifikasi aktivitas untuk mendukung siswa dengan kemampuan berbeda Buku Kemdikbud.
5. Ilustrasi Praktis: Implementasi Bab 5 dan Bab 8
Bab 5: Luas
- Guru memperlihatkan lantai berpetak (konkret atau gambar) — siswa menaksir luas.
- Siswa bereksperimen memotong dan menyusun bangun untuk menemukan rumus luas.
- Diskusi kelompok: “Mengapa luas jajargenjang bisa dihitung menggunakan persegi panjang?”
- Tantangan: “Dapatkah kamu membuat bentuk lain yang luasnya sama dengan keliling sama?”
Bab 8: Analisis Data
- Siswa mengumpulkan data sederhana dari kelas (misalnya jumlah teman yang punya hewan piaraan).
- Siswa menyajikan dalam tabel frekuensi lalu membuat diagram batang.
- Diskusi: “Diagram mana yang paling jelas menggambarkan data? Mengapa?”
- Refleksi: Siswa menulis kesimpulan dari data dan cara penyajiannya.
6. Kesimpulan: Manfaat dan Harapan
Modul ajar Deep Learning untuk Matematika Kelas 5 Bab 5–8 Semester 1 Kurikulum Merdeka tidak hanya menyampaikan materi akademis, tetapi juga mendorong siswa menjadi pembelajar aktif, reflektif, dan kreatif. Melalui penemuan terbimbing, aktivitas nyata, dan aspek reflektif, modul ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) serta membentuk profil pelajar Pancasila.
Untuk panduan praktis lebih lanjut, saya rekomendasikan mengunduh modul Deep Learning Matematika Kelas 5 CP-032 Revisi 2025 yang tersedia di Slideshare atau platform resmi guru pendukung Kurikulum Merdeka
Download di sini: Modul Ajar Matematika SD/MI Kelas 5 Bab 5 Semester 1 Kurmer
Download di sini: Modul Ajar Matematika SD/MI Kelas 5 Bab 6 Semester 1 Kurmer
Download di sini: Modul Ajar Matematika SD/MI Kelas 5 Bab 7 Semester 1 Kurmer
Download di sini: Modul Ajar Matematika SD/MI Kelas 5 Bab 8 Semester 1 Kurmer






