Blora, 21 Juli 2025 — Pendidikan abad ke-21 menuntut pendekatan pembelajaran yang lebih dalam, personal, dan bermakna. Salah satunya diterapkan melalui modul ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Bab 5 Semester 1 yang kini mengusung pendekatan Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning.
Bab 5 dalam modul ini mengangkat tema “My Toys” yang bertujuan untuk mengembangkan pemahaman dasar siswa tentang kosakata benda-benda mainan, penggunaan kalimat sederhana, serta keterampilan mendengarkan dan berbicara dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Lihat Juga: Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Bab 5 Semester 1 Kurmer
📚 Isi dan Tujuan Modul
Modul ini dirancang agar peserta didik tidak hanya mengenal kata dalam bahasa Inggris, tetapi mampu menggunakannya dalam konteks bermakna. Berikut beberapa poin penting dalam modul:
- Materi Pokok: Vocabulary seputar mainan (ball, doll, car, kite, robot, dll).
- Struktur Bahasa: Penggunaan kalimat seperti “This is my…”, “I like my…”, dan “Do you have a…?”
- Kegiatan Pembelajaran: Meliputi listening activity, matching games, simple speaking practices, hingga project-based learning membuat mini katalog mainan.
- Penilaian Otentik: Portofolio gambar mainan favorit, dialog pendek, serta presentasi kelompok.
🧠 Pendekatan Deep Learning dalam Modul
Konsep Deep Learning dalam modul ini diterapkan dengan cara:
- Meaningful Learning: Anak diminta mengaitkan mainan yang mereka miliki dengan kosakata bahasa Inggris.
- Collaborative Practice: Berlatih dialog bersama teman sekelas dan berbagi cerita pendek tentang mainan favorit.
- Reflective Thinking: Anak diajak merefleksikan pengalaman bermain mereka dan menyampaikan secara lisan dalam bahasa Inggris.
- Durable Skills: Penekanan pada keterampilan komunikatif yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.
📥 Unduh Modul Lengkap (PDF)
Untuk memudahkan guru dan siswa mengakses materi ini, berikut tautan unduh modul:
🔗 Unduh Modul Ajar Bahasa Inggris Kelas 2 Bab 5 Semester 1 Kurmer Deep Learning (PDF)
(Link Google Drive aman dan dapat dibagikan.)
🎯 Kesimpulan
Modul ajar ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan dasar yang tidak hanya menekankan hafalan, tetapi menumbuhkan pemahaman mendalam, kemampuan berbahasa, dan kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan Bahasa Inggris sejak dini. Kurikulum Merdeka memberi ruang yang luas bagi guru dan siswa untuk tumbuh dan berkembang secara merdeka dan bermakna.






