Blitar – Dalam dunia usaha, keberkahan dan kelarisan menjadi dambaan setiap pedagang. Tidak sedikit para pemilik toko mencari berbagai cara agar dagangan mereka laris manis dan usaha berkembang pesat. Di tengah upaya duniawi tersebut, banyak yang mulai kembali kepada pendekatan spiritual, termasuk mengamalkan ajaran dan nasihat dari para ulama karismatik. Salah satunya adalah KH. Muhammad Iqdam Kholid, atau yang lebih dikenal dengan Gus Iqdam – pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar.
Tokoh muda Nahdliyin ini dikenal luas tidak hanya karena ceramahnya yang lantang dan menyentuh kalangan milenial, tetapi juga karena pesan-pesan spiritualnya yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam hal rezeki dan kelancaran usaha.
Amalan dari Gus Iqdam Agar Dagangan Laris
Dalam berbagai ceramah dan pengajiannya, Gus Iqdam sering membagikan amalan ringan namun penuh makna untuk membuka pintu rezeki. Salah satu yang paling populer adalah amalan agar toko laris dan penuh keberkahan.
Berikut ini beberapa amalan yang sering beliau sampaikan:
1. Sholawat Nariyah 11 Kali Setelah Sholat
Gus Iqdam menganjurkan kepada para pedagang agar istiqomah membaca Sholawat Nariyah sebanyak 11 kali setiap selesai sholat fardhu.
“Barang siapa yang rajin bersholawat, maka Allah akan cukupkan hajatnya. Dagangan juga akan jadi berkah dan disukai banyak orang,” ujar Gus Iqdam dalam salah satu pengajiannya.
Lafal Sholawat Nariyah:
Allahumma shalli sholaatan kaamilatan wasallim salaaman taamman ‘ala sayyidina Muhammadinilladzi tanhallu bihil ‘uqadu watanfariiju bihil kurobu, watuqdhaa bihil hawaa-iju, watunaalu bihir-raghaa-ibu, wahusnul khawaatimi, wayustasqal-ghamaamu biwajhihil kariim, wa’ala aalihi washahbihi fii kulli lamhatin wanafasin bi ‘adadi kulli ma’luumin laka.
2. Membaca Surat Al-Waqi’ah Setiap Malam
Dalam pengajian rutin, Gus Iqdam sering menganjurkan membaca surat Al-Waqi’ah setiap malam sebagai kunci turunnya rezeki.
“Surat Al-Waqi’ah itu surat kekayaan. Kalau kamu tiap malam baca, insyaAllah Allah cukupkan rezekimu. Bahkan bisa lebih dari cukup,” ungkapnya.
Surat ini dipercaya sebagai amalan para sahabat Nabi untuk menjemput keberkahan harta dan menghindari kefakiran.
3. Sedekah Rutin di Pagi Hari
Gus Iqdam juga menekankan pentingnya sedekah di pagi hari sebelum berjualan. Tak perlu besar, yang penting rutin dan ikhlas.
“Kalau ingin dagangan laris, biasakan sedekah di pagi hari. Meskipun hanya seribu rupiah, Allah tahu hati kita. Dan Allah itu Maha Membalas,” ujar Gus Iqdam.
Banyak jemaah yang mengaku setelah konsisten sedekah pagi, usahanya mulai mengalami peningkatan.
4. Niatkan Usaha untuk Ibadah dan Kemaslahatan
Menurut Gus Iqdam, niat yang benar dalam berdagang akan membuka pintu keberkahan yang luar biasa. Jangan semata-mata mencari untung, tapi niatkan usaha sebagai bentuk ibadah dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Kalau kamu jualan cuma ingin kaya sendiri, susah barokahnya. Tapi kalau diniatkan untuk menafkahi keluarga, membantu orang, dan ibadah, insyaAllah Allah yang lancarkan,” terang Gus Iqdam dalam ceramahnya.
Lihat Juga: Amalan dari Gus Iqdam Agar Toko Laris Manis, Ini Pesan Do,anya!
5. Doa Pembuka Rezeki
Gus Iqdam juga membagikan doa pembuka rezeki yang bisa dibaca sebelum membuka toko:
“Allahumma inni as-aluka rizqan thayyiban, wa ‘ilman naafi’an, wa ‘amalan mutaqabbalan.”
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rezeki yang baik, ilmu yang bermanfaat, dan amal yang diterima.”
Doa ini meski singkat, namun mengandung makna yang dalam dan penuh pengharapan kepada Allah agar usaha kita mendapat keberkahan.
Kesaksian Jamaah: Laris Manis Berkat Amalan Gus Iqdam
Banyak jemaah dan pedagang yang mengikuti ceramah Gus Iqdam membagikan pengalamannya di media sosial. Salah satunya adalah Bu Rini, pemilik warung kelontong di Kediri.
“Dulu sepi banget, jualan saya kadang nggak balik modal. Tapi sejak rutin baca sholawat Nariyah dan sedekah tiap pagi, Alhamdulillah sekarang rame terus. Saya yakin karena ikut amalan dari Gus Iqdam,” tuturnya.
Pesan Penting dari Gus Iqdam
Di balik semua amalan tersebut, Gus Iqdam selalu mengingatkan bahwa usaha duniawi tetap harus dilakukan secara maksimal. Doa dan amalan adalah bentuk ikhtiar batin, tapi kerja keras, kejujuran, pelayanan yang baik, dan menjaga kualitas dagangan tetap menjadi kewajiban utama.
“Amalan itu bukan jimat. Tapi bentuk kita menggantungkan diri pada Allah. Tapi kamu tetap harus kerja keras, jujur, dan jangan malas,” tegas Gus Iqdam.
Penutup
Amalan dari Gus Iqdam bukan sekadar rutinitas spiritual, tetapi juga menjadi motivasi batin untuk terus semangat berdagang dengan cara yang halal dan barokah. Dengan menggabungkan usaha lahir dan batin, banyak yang percaya bahwa keberkahan akan datang, dan toko pun akan laris manis sebagaimana harapan para pedagang.
Bagi Anda yang tengah berjuang di dunia usaha, tak ada salahnya mencoba amalan-amalan ini. Selain memperkuat ikhtiar, juga mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Rezeki.
“Rezeki itu sudah dijamin Allah, tinggal kita mau menjemput dengan cara yang baik atau tidak,” pesan Gus Iqdam.








