Blora – Pergantian kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, giliran anggota DPRD dari Partai Golkar, Ketut Kunarwo, yang dikabarkan akan digantikan oleh kader muda partai, Asrofin. Alasan pergantian ini cukup mengejutkan—bukan karena pelanggaran atau ketidakhadiran, melainkan semata karena alasan usia.
Ketut Kunarwo, yang telah mengabdi lebih dari satu periode sebagai legislator, disebut-sebut telah memasuki usia lanjut dan dinilai tidak lagi mampu mengikuti dinamika politik dan kinerja dewan yang semakin kompleks dan menuntut mobilitas tinggi. Sementara itu, Asrofin dikenal sebagai kader muda potensial yang tengah dipersiapkan untuk regenerasi politik di tubuh Golkar Blora.
Alasan Usia Jadi Sorotan
Informasi pergantian ini pertama kali mencuat dari internal partai, kemudian dibenarkan oleh salah satu pengurus DPD Partai Golkar Blora. Menurutnya, keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja fraksi dan pertimbangan regenerasi kader.
“Pak Ketut itu sudah senior, kami hormati pengabdiannya. Tapi dari hasil evaluasi, kita melihat saat ini momentum yang tepat untuk penyegaran. Beliau juga sudah menyatakan siap digantikan,” ujar salah satu pengurus DPD Partai Golkar Blora yang enggan disebutkan namanya, Kamis (4/7).
Ia menyebut bahwa usia Ketut yang kini mendekati 70 tahun dianggap mulai menghambat efektivitas kerja, terutama di tengah padatnya agenda DPRD dan semakin kompleksnya persoalan daerah.
Proses PAW Sudah Disiapkan
Pergantian ini akan dilakukan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) sesuai ketentuan perundang-undangan. Berkas PAW dikabarkan telah disiapkan oleh DPD Golkar dan akan segera dikirimkan ke Sekretariat DPRD Blora serta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora untuk diproses.
Asrofin, calon pengganti, adalah mantan Ketua KNPI Blora dan juga tokoh pemuda yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia juga tercatat sebagai calon legislatif dari dapil yang sama dengan Ketut pada Pemilu 2019, dan memperoleh suara signifikan meski belum cukup untuk langsung lolos.
“Kami harap proses PAW bisa cepat selesai agar roda kerja dewan tidak terganggu dan ada kesinambungan representasi masyarakat,” kata sumber dari fraksi Golkar.
Lihat Juga: DPRD Blora Ketut Kunarwo Akan Diganti Asrofin, Karena Lansia
Respons Ketut Kunarwo: Saya Legowo
Dikonfirmasi secara terpisah, Ketut Kunarwo membenarkan rencana penggantian tersebut. Ia mengaku tidak mempermasalahkan dan menerima keputusan partai dengan lapang dada.
“Saya sudah tua, betul itu. Sudah waktunya yang muda mengambil peran. Saya mendukung Asrofin dan berharap dia bisa meneruskan perjuangan rakyat Blora,” ujarnya dengan nada tenang.
Ketut juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan meninggalkan dunia politik sepenuhnya, tetapi akan lebih fokus pada pembinaan kader dan kegiatan sosial.
Respons Masyarakat Terbelah
Wacana pergantian ini menuai tanggapan beragam di masyarakat. Sebagian menyambut baik sebagai bentuk penyegaran dan regenerasi, namun ada juga yang mempertanyakan apakah alasan usia cukup kuat untuk menggantikan anggota dewan yang masih aktif menjalankan tugasnya.
“Kalau alasannya hanya karena tua, saya pikir itu kurang pas. Yang penting kinerjanya, bukan usianya,” kata Sumarno, warga Kecamatan Banjarejo.
Sebaliknya, tokoh muda Blora, Dwi Arifin, justru mendukung langkah Golkar tersebut.
“Sudah saatnya yang muda diberi panggung. Politik harus terus berjalan dengan semangat baru,” ujarnya.
Regenerasi Politik di Blora
Kasus Ketut Kunarwo mencerminkan tantangan klasik dalam politik lokal: regenerasi. Banyak partai politik masih bergantung pada tokoh-tokoh senior karena pengalaman dan jaringan yang dimiliki, namun di sisi lain, kebutuhan akan kader muda yang adaptif dan progresif semakin mendesak.
Jika PAW Ketut ke Asrofin berjalan mulus, ini bisa menjadi contoh bagi partai-partai lain di Blora untuk berani melakukan langkah serupa dalam menyegarkan komposisi legislatif.
Penutup
Meski belum resmi, rencana pergantian Ketut Kunarwo menjadi Asrofin sudah menunjukkan gejala perubahan arah politik di Blora. Regenerasi bukan hanya soal usia, melainkan juga tentang keberanian mengambil keputusan demi kesinambungan dan kualitas representasi rakyat. Masyarakat kini menunggu apakah Asrofin mampu menjawab ekspektasi publik dan meneruskan perjuangan Ketut yang telah lebih dari satu dekade duduk di kursi dewan.








