Gaza, Palestina – Di tengah penderitaan berkepanjangan rakyat Palestina akibat blokade dan agresi militer Israel, muncul sebuah tuduhan mengejutkan yang menambah panjang daftar pelanggaran kemanusiaan di wilayah Gaza. Beberapa sumber lokal dan laporan dari kelompok medis serta kemanusiaan di Gaza menyebutkan adanya dugaan bahwa pasukan pendudukan Zionis Israel telah mencampurkan zat narkotika ke dalam tepung bantuan yang disalurkan ke wilayah yang terkepung tersebut.
Temuan Mengkhawatirkan dari Tenaga Medis Gaza
Sejumlah dokter di Rumah Sakit Al-Shifa dan pusat kesehatan lainnya di Gaza melaporkan lonjakan kasus gangguan mental, halusinasi, dan perilaku adiktif secara tiba-tiba pada sebagian warga, khususnya anak-anak dan remaja, dalam beberapa bulan terakhir. Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan laboratorium, ditemukan bahwa beberapa pasien menunjukkan tanda-tanda paparan zat psikoaktif jenis opioid ringan dan benzodiazepine, meskipun mereka tidak memiliki riwayat konsumsi narkotika.
“Kami awalnya mengira ini akibat trauma perang dan kekurangan gizi. Namun setelah serangkaian uji laboratorium, ditemukan jejak senyawa narkotik pada sistem tubuh pasien yang tidak wajar,” ungkap Dr. Youssef Al-Kurd, spesialis saraf di Gaza.
Yang lebih mengerikan, sejumlah organisasi lokal yang menangani distribusi bantuan pangan mengaku menemukan perubahan tekstur dan aroma pada beberapa karung tepung bantuan yang berasal dari wilayah Israel.
Kesaksian dari Warga dan Relawan
Ahmad Jabr, seorang relawan distribusi bantuan pangan, mengaku pernah menemukan karung tepung berwarna lebih pucat dari biasanya, dengan bau aneh seperti bahan kimia. “Kami mengira itu hanya tepung yang sudah kedaluwarsa, tapi beberapa warga yang menggunakannya kemudian mengeluh pusing, mual, dan merasa ‘melayang’. Anak-anak menjadi agresif atau terlalu tenang secara tidak wajar,” jelas Ahmad.
Sementara itu, Fatimah, seorang ibu dari tiga anak di Gaza Tengah, mengisahkan kondisi putranya yang tiba-tiba menunjukkan gejala seperti ketagihan. “Dia terus meminta roti dari tepung yang sama dan marah jika tidak diberi. Padahal sebelumnya dia tidak seperti itu. Setelah tidak lagi makan dari tepung tersebut, perilakunya kembali normal,” ungkapnya dengan nada penuh kekhawatiran.
Lihat Juga: Zionis Diduga Campurkan Narkotika dalam Tepung Bantuan Gaza
Motif: Upaya Pelemahan Mental dan Sosial?
Beberapa analis politik dan pakar konflik Timur Tengah melihat dugaan ini sebagai bagian dari strategi perang tidak konvensional Israel untuk menghancurkan daya tahan masyarakat Gaza secara perlahan.
“Jika benar tepung bantuan dicampur narkotika, ini bukan hanya pelanggaran HAM, tapi juga bentuk perang kimia. Tujuannya jelas: merusak generasi muda Palestina dari dalam,” kata Dr. Marwan Bishara, analis Timur Tengah di Al Jazeera.
Israel sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut. Namun militer Israel sebelumnya telah dituduh melakukan berbagai eksperimen dan tindakan represif di luar batas terhadap warga Palestina, termasuk penggunaan senjata eksperimental dan pelanggaran hak kesehatan.
Reaksi Dunia Internasional Masih Bungkam
Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari organisasi internasional seperti WHO, PBB, atau UNICEF terkait tuduhan ini. Beberapa LSM kemanusiaan yang masih bertahan di Gaza menyerukan investigasi independen dan pengawasan ketat terhadap semua bantuan yang masuk ke wilayah Palestina.
“Bantuan tidak boleh menjadi senjata. Jika benar Israel mencampurkan zat berbahaya ke dalam pangan warga sipil, ini adalah kejahatan kemanusiaan tingkat tinggi,” ujar Leila Hassan, perwakilan Humanitarian Watch di Rafah.
Seruan Pemerintah Palestina
Pemerintah Palestina di Ramallah dan kelompok otoritas di Gaza sama-sama mengutuk keras tindakan tersebut dan mendesak Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk segera membuka penyelidikan. Mereka juga menyerukan negara-negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera bertindak dan mengirimkan bantuan yang aman.
“Ini bukan sekadar soal politik, ini soal kemanusiaan. Bahkan dalam perang, ada aturan. Israel telah melanggarnya terlalu jauh,” tegas pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Palestina.
Penutup: Ancaman Baru di Tengah Blokade
Di tengah blokade ketat, kelaparan, dan serangan udara tanpa henti, tuduhan bahwa bahan makanan pokok seperti tepung telah diracuni dengan narkotika memperlihatkan bentuk kekejaman baru dalam konflik yang telah berlangsung lebih dari tujuh dekade. Dunia internasional ditantang untuk tidak hanya menyuarakan kecaman, tapi mengambil langkah konkret agar rakyat Gaza tidak terus menjadi korban dari kebisuan global dan impunitas Israel yang tak berujung.








