Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengukir prestasi membanggakan di kancah internasional. Dalam pemeringkatan terbaru oleh lembaga pemeringkat pendidikan tinggi terkemuka dunia, UGM resmi masuk dalam jajaran 10 besar universitas terbaik di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Prestasi ini menandai lompatan signifikan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus mempertegas posisi UGM sebagai salah satu universitas unggulan di kawasan regional.
Peringkat yang Membanggakan
Berdasarkan pemeringkatan terbaru QS World University Rankings Regional ASEAN 2025, UGM berhasil menduduki peringkat ke-8 di antara ratusan universitas terkemuka dari 10 negara anggota ASEAN. UGM menjadi satu-satunya perguruan tinggi negeri dari Indonesia yang masuk 10 besar, mengungguli banyak institusi ternama dari negara lain, seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam.
Dalam laporan tersebut, kriteria penilaian mencakup reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, rasio dosen terhadap mahasiswa, jumlah publikasi ilmiah, serta keterlibatan dalam kerja sama riset internasional. UGM mendapat skor tinggi khususnya pada aspek reputasi akademik dan kontribusi penelitian.
Rektor UGM: Ini Bukti Daya Saing Global
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., SpOG(K)., Ph.D., menyambut baik pencapaian tersebut dan menyatakan bahwa prestasi ini bukan sekadar simbol, tetapi hasil nyata dari kerja keras seluruh civitas akademika.
“Masuknya UGM ke dalam 10 besar universitas terbaik ASEAN adalah bukti bahwa pendidikan tinggi Indonesia mampu bersaing secara global. Ini adalah hasil kolaborasi, inovasi, dan semangat untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan dunia,” ujar Prof. Ova dalam konferensi pers di Balairung UGM, Jumat (28/6).
Lihat Juga: UGM Masuk 10 Besar Universitas Terbaik di ASEAN
Pengakuan Internasional Meningkat
Analis pendidikan dari Nuffic Neso Indonesia, Dwi Kartika, menyebut bahwa posisi UGM dalam 10 besar ASEAN akan memperkuat daya tarik UGM di mata mahasiswa internasional dan calon mitra akademik global.
“Ini sangat strategis. Lembaga donor, universitas luar negeri, serta pelajar dari Asia dan Eropa akan semakin melihat UGM sebagai mitra akademik yang sejajar. Dampaknya bisa pada peningkatan jumlah pertukaran mahasiswa, program double degree, hingga kerja sama riset multinasional,” terang Dwi.
Dorongan bagi Kampus Lain di Indonesia
Keberhasilan UGM juga diharapkan menjadi pemicu semangat bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk meningkatkan mutu pendidikan, inovasi riset, dan daya saing internasional. Saat ini, beberapa universitas lain seperti UI, ITB, dan Unair juga mencatatkan peringkat yang cukup baik, namun belum masuk 10 besar ASEAN.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pun menyatakan dukungan penuh atas peningkatan kualitas perguruan tinggi nasional. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Prof. Nizam, menyebut capaian UGM sebagai sinyal positif dari kebijakan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka.
“Ini buah dari otonomi kampus, kebebasan akademik, dan dorongan untuk internasionalisasi perguruan tinggi,” kata Prof. Nizam.
Fokus ke Depan: Digitalisasi dan Kolaborasi Global
Ke depan, UGM berkomitmen memperkuat tiga aspek utama untuk mempertahankan bahkan meningkatkan peringkat: digitalisasi pembelajaran, penguatan kolaborasi global, dan pengembangan riset yang relevan bagi tantangan dunia.
UGM juga tengah membangun beberapa pusat riset unggulan di bidang kecerdasan buatan, pangan berkelanjutan, dan perubahan iklim. Selain itu, program internasionalisasi seperti kelas berbahasa Inggris, pertukaran dosen-mahasiswa, dan peningkatan jurnal bereputasi akan terus diperluas.
Kesimpulan
Masuknya Universitas Gadjah Mada dalam daftar 10 universitas terbaik di ASEAN bukan hanya prestasi institusional, tapi juga kebanggaan nasional. Di tengah persaingan ketat pendidikan tinggi dunia, capaian ini membuktikan bahwa universitas di Indonesia bisa menorehkan nama besar dan sejajar dengan kampus-kampus elite regional.
Dengan komitmen kuat untuk inovasi, kolaborasi global, dan kontribusi terhadap masyarakat, UGM diharapkan terus menjadi pelopor dan penggerak utama kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.






