Cara Lengkap Buat Pupuk Organik Cair dari Telur dan Yakult

Blora – Di tengah semakin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya pertanian ramah lingkungan, pupuk organik cair (POC) menjadi pilihan favorit bagi banyak petani dan pecinta tanaman. Salah satu inovasi sederhana yang tengah naik daun adalah pembuatan pupuk organik cair dari bahan dapur yang mudah ditemukan, yakni telur dan Yakult. Campuran unik ini terbukti kaya akan unsur hara dan mikroorganisme baik yang sangat dibutuhkan tanaman.

Artikel ini akan mengulas secara lengkap manfaat, cara pembuatan, hingga cara penggunaan pupuk organik cair dari telur dan Yakult.


Mengapa Telur dan Yakult?

Telur, terutama bagian kuningnya, kaya akan protein dan lemak yang mampu menyuburkan tanaman. Kulit telur juga mengandung kalsium tinggi yang baik untuk pertumbuhan akar dan batang.

Sementara itu, Yakult mengandung bakteri Lactobacillus casei Shirota strain, yang berguna untuk membantu fermentasi bahan organik. Bakteri ini mempercepat penguraian dan menghasilkan senyawa yang dapat langsung diserap oleh tanaman.

Lihat Juga: Cara Lengkap Buat Pupuk Organik Cair dari Telur dan Yakult

Kombinasi keduanya menciptakan pupuk cair yang mengandung:

  • Nitrogen dari protein telur
  • Kalsium dari kulit telur
  • Mikroorganisme aktif dari Yakult
  • Asam amino yang mendukung pertumbuhan tanaman

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Untuk membuat 1 liter pupuk organik cair dari telur dan Yakult, berikut bahan-bahannya:

  • 1 butir telur ayam (utuh, beserta kulitnya)
  • 1 botol Yakult (65 ml)
  • 2 sendok makan gula merah (serut atau cairkan dengan air hangat)
  • 1 liter air matang (bisa dari air sumur yang sudah diendapkan)
  • Wadah plastik atau botol berpenutup (jangan gunakan logam)

Langkah-Langkah Pembuatan

  1. Persiapan Telur
    Pecahkan telur dan masukkan seluruh bagian telur (putih, kuning, dan kulitnya) ke dalam blender. Blender hingga halus agar mudah terurai saat fermentasi.
  2. Campurkan Gula Merah dan Yakult
    Dalam wadah terpisah, campurkan gula merah dengan sedikit air hangat, aduk hingga larut. Setelah dingin, masukkan Yakult dan aduk perlahan.
  3. Gabungkan Semua Bahan
    Tuang telur yang sudah diblender ke dalam larutan gula merah dan Yakult. Tambahkan air matang hingga totalnya sekitar 1 liter. Aduk rata.
  4. Fermentasi
    Masukkan campuran ke dalam botol plastik. Jangan isi sampai penuh, sisakan ruang udara sekitar 5 cm dari mulut botol. Tutup rapat tapi longgarkan sedikit agar gas fermentasi bisa keluar.
  5. Simpan di Tempat Teduh
    Simpan botol di tempat teduh dan sejuk (hindari sinar matahari langsung) selama 7–14 hari. Setiap hari, buka tutup botol selama beberapa detik untuk mengeluarkan gas (proses burping).
  6. Siap Digunakan
    Setelah 1–2 minggu, pupuk organik cair siap digunakan. Ciri-cirinya: bau asam khas fermentasi, tidak menyengat seperti busuk, dan tidak ada gelembung berlebih.

Cara Menggunakan Pupuk Cair Ini

Pupuk ini bersifat pekat, jadi penggunaannya perlu diencerkan. Berikut panduannya:

  • Untuk daun (disemprotkan):
    Campur 10 ml pupuk cair dengan 1 liter air, semprotkan ke daun tanaman setiap 7–10 hari sekali.
  • Untuk siram akar:
    Campur 50 ml pupuk dengan 1 liter air, siram ke pangkal tanaman seminggu sekali.
  • Untuk tanaman buah atau sayur:
    Frekuensi pemakaian bisa ditingkatkan menjadi 2 kali seminggu saat masa pertumbuhan atau pembungaan.

Keunggulan POC Telur-Yakult

Murah dan ramah lingkungan
Cocok untuk semua jenis tanaman
Meningkatkan kesuburan tanah
Mempercepat pertumbuhan akar dan daun
Mengandung mikroba baik yang menekan penyakit tanaman


Tips dan Peringatan

  • Jangan menyimpan pupuk ini di botol tertutup rapat selama fermentasi tanpa membuka tutupnya, karena gas bisa membuat botol meledak.
  • Pupuk bisa bertahan hingga 1–2 bulan jika disimpan dalam kulkas atau tempat sejuk.
  • Jangan langsung diaplikasikan ke tanaman baru tanam atau yang stres karena konsentrasinya cukup tinggi.

Penutup

Membuat pupuk organik cair dari telur dan Yakult bukan hanya solusi hemat, tetapi juga langkah kecil mendukung pertanian berkelanjutan. Dengan memanfaatkan bahan sederhana di dapur, siapa saja bisa jadi “petani rumah” yang merawat tanaman dengan cara alami. Selain hasilnya memuaskan, langkah ini juga turut menjaga lingkungan.

Selamat mencoba dan semoga tanaman Anda tumbuh subur! 🌱

Related Posts

80 Persen APBN Bersumber dari Pajak, Apa Dampaknya?

Jakarta – Sekitar 80 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Republik Indonesia ternyata bersumber dari penerimaan pajak. Angka ini menegaskan betapa vitalnya peran pajak sebagai tulang punggung…

Ribuan Pekerja Belum Terima BSU Rp 600.000, Ini Cara Mengatasi

Jakarta, 13 Juli 2025 — Bantuan Subsidi Upah (BSU) senilai Rp 600.000 yang digulirkan pemerintah untuk membantu pekerja terdampak ekonomi belum sepenuhnya cair kepada semua penerima. Ribuan pekerja dari berbagai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *