Fakta Nisya Ahmad: Tak Lolos Pileg Tapi Jadi Anggota DPRD JBR

Bandung, 18 Juni 2025 — Nama Nisya Ahmad, adik kandung dari artis papan atas Raffi Ahmad, kembali mencuat ke publik. Bukan karena kegiatan sosial atau aktivitas selebritas, melainkan karena ia dilantik menjadi anggota DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029. Yang mengejutkan, Nisya sebelumnya diketahui tidak lolos dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) Februari lalu. Lantas, bagaimana mungkin ia bisa duduk sebagai wakil rakyat?

Berikut rangkuman fakta-fakta lengkap yang berhasil dihimpun tim redaksi mengenai kontroversi ini:


1. Tidak Masuk Daftar Caleg Terpilih Hasil Pileg 2024

Dalam Pileg 2024, Nisya Ahmad maju sebagai calon legislatif dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) untuk daerah pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, yang meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi. Meski aktif berkampanye dan memanfaatkan popularitas sang kakak, ia gagal meraih suara signifikan. Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU, Nisya hanya berada di peringkat ketiga dalam perolehan suara internal partainya. Partai Perindo hanya mendapat satu kursi di dapil tersebut.


2. Dilantik sebagai PAW DPRD Jabar

Namun, pada 17 Juni 2025, secara mengejutkan Nisya Ahmad dilantik sebagai anggota DPRD Jawa Barat melalui mekanisme Pengganti Antar Waktu (PAW). Ia menggantikan posisi Nurhayati, sesama kader Perindo, yang mundur karena alasan pribadi dan kesehatan. Hal ini dibenarkan oleh Sekretariat DPRD Jabar dalam konferensi pers resmi.

“Benar, Ibu Nisya Ahmad dilantik berdasarkan usulan resmi dari DPP Partai Perindo sebagai PAW menggantikan Ibu Nurhayati yang mengundurkan diri,” ujar Sekretaris Dewan, Asep Rahmat.

Lihat Juga: Fakta Nisya Ahmad: Tak Lolos Pileg Tapi Jadi Anggota DPRD JBR


3. Prosedur PAW Sesuai UU, Tapi Masih Menuai Kontroversi

Secara hukum, pelantikan Nisya sah dan sesuai dengan ketentuan UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu dan Peraturan KPU No. 6 Tahun 2019. Dalam aturan tersebut, PAW diberikan kepada caleg dengan suara terbanyak berikutnya dalam daftar partai pada dapil yang sama.

Nisya Ahmad, meski tidak lolos, adalah pemilik suara terbanyak kedua setelah Nurhayati. Secara teknis, ia memang berhak menggantikan posisi yang ditinggalkan. Namun publik menilai pelantikan ini sarat kepentingan karena hubungannya dengan Raffi Ahmad, sosok berpengaruh di dunia hiburan dan bisnis.


4. Reaksi Netizen: Nepotisme atau Prosedural?

Kabar pelantikan Nisya Ahmad memicu gelombang komentar di media sosial. Banyak yang menilai bahwa langkah ini adalah bentuk “politik keluarga” dan memanfaatkan popularitas selebritas untuk kepentingan kekuasaan.

Namun, tak sedikit pula yang membela Nisya. Para pendukung menyebutnya sebagai “perempuan muda yang layak diberi kesempatan berkontribusi di parlemen”. Hashtag #NisyaAhmadTrending sempat menjadi topik hangat di X (sebelumnya Twitter) dan TikTok.


5. Respons Raffi Ahmad: “Saya Tidak Campur Tangan”

Raffi Ahmad angkat bicara mengenai kontroversi yang melibatkan adiknya itu. Dalam unggahan video di akun media sosialnya, Raffi menyatakan dirinya tidak terlibat dalam urusan politik dan menyerahkan semuanya kepada mekanisme partai dan aturan yang berlaku.

“Saya hanya mendukung secara moral sebagai kakak. Sisanya biar masyarakat dan proses hukum yang menilai,” ujar Raffi.


6. Langkah Politik Selanjutnya: Fokus Isu Perempuan dan UMKM

Dalam pidato singkat usai pelantikan, Nisya menyampaikan bahwa ia akan fokus pada pemberdayaan perempuan dan UMKM di Jawa Barat, dua isu yang menurutnya penting untuk masyarakat akar rumput.

“Saya ingin menggunakan posisi ini untuk memperjuangkan suara masyarakat kecil, khususnya perempuan dan pelaku usaha mikro,” ujar Nisya dengan tegas.


7. Catatan Aktivitas Sebelum Terjun ke Politik

Sebelum terjun ke dunia politik, Nisya Ahmad lebih dikenal sebagai influencer dan pelaku bisnis kuliner. Ia aktif di media sosial dan beberapa kali muncul dalam program televisi bersama keluarganya. Ketertarikannya pada dunia sosial mulai tampak sejak ia beberapa kali menjadi relawan di kegiatan kemanusiaan yang digelar RANS Foundation.


Penutup: Fenomena Caleg Selebriti dan Tantangan Reputasi

Fenomena caleg dari kalangan selebriti bukan hal baru dalam politik Indonesia. Kehadiran Nisya Ahmad di DPRD Jawa Barat membuka kembali diskusi publik soal kualitas, integritas, dan kapasitas para wakil rakyat dari latar belakang populer.

Meski dilantik secara legal, tantangan Nisya ke depan adalah membuktikan bahwa ia bukan hanya “adik Raffi Ahmad”, melainkan sosok politisi muda yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan nyata. Waktu dan kinerja akan menjadi pembuktian sejatinya.

Related Posts

Geger! 90% Menteri Kabinet Prabowo-Gibran Dituding Koruptor!

Jakarta, 12 Juli 2025 — Sebuah kabar mengejutkan menggegerkan publik Tanah Air. Isu bahwa 90 persen menteri dalam Kabinet Indonesia Maju jilid II yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto dan…

Inilah Alasan Kenapa Pak Jokowi Semakin Difitnah, Semakin Abadi

Solo Surakarta – Presiden Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi, adalah sosok pemimpin yang sejak awal kemunculannya di panggung politik nasional telah menuai pujian sekaligus kritik. Namun, yang menarik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *