Bolra – 13 Juni 2025 Di era modern yang serba cepat ini, tidur sering kali dianggap sebagai kemewahan. Banyak orang dewasa rela mengorbankan waktu tidur demi pekerjaan, hiburan, atau tuntutan sosial. Namun, sebuah pertanyaan penting kini mengemuka: Benarkah tidur selama 7 jam sehari dapat menurunkan risiko stroke secara signifikan?
Jawaban singkatnya: ya, tetapi tidak sesederhana itu.
Studi Menunjukkan Tidur Ideal Berperan dalam Menurunkan Risiko Stroke
Sejumlah studi ilmiah selama dekade terakhir menguatkan pentingnya tidur dalam durasi yang tepat—yakni sekitar 7 hingga 8 jam per malam—untuk menjaga kesehatan otak dan sistem kardiovaskular.
Salah satu penelitian besar yang dipublikasikan di jurnal Neurology oleh American Academy of Neurology menunjukkan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 9 jam per malam memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibanding mereka yang tidur 7–8 jam.
“Tidur bukan hanya waktu istirahat, tapi juga masa pemulihan biologis penting bagi tubuh,” jelas dr. Meilina Tanuwijaya, Sp.S, seorang dokter spesialis saraf dari Jakarta. “Selama tidur, tekanan darah menurun, detak jantung stabil, dan sistem kekebalan tubuh diperkuat. Kurang tidur atau tidur berlebihan justru bisa mengganggu mekanisme ini.”
Kurang Tidur = Lonjakan Risiko
Menurut dr. Meilina, kurang tidur dalam jangka panjang menyebabkan tubuh mengalami stres kronis. Hal ini meningkatkan produksi hormon kortisol dan mengganggu regulasi tekanan darah. “Ketika seseorang hanya tidur 4–5 jam setiap hari, tekanan darah bisa tetap tinggi sepanjang malam. Inilah yang berkontribusi terhadap risiko stroke iskemik—jenis stroke paling umum yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah di otak.”
Tidak hanya itu, kurang tidur juga berkaitan dengan peningkatan kadar kolesterol jahat (LDL), resistensi insulin, dan bahkan risiko fibrilasi atrium—semua faktor pemicu stroke.
Lihat Juga: Tidur 7 Jam Setiap Hari untuk Kurangi Risiko Stroke? Ini Kata Dokter…
Tidur Terlalu Lama Juga Tidak Baik
Meski terdengar menguntungkan, tidur terlalu lama ternyata tidak serta-merta melindungi dari stroke. “Orang yang tidur lebih dari 9 jam justru memperlihatkan peningkatan risiko. Ini bisa jadi karena tidur berlebihan menandakan kondisi medis yang tidak terdiagnosis seperti sleep apnea, depresi, atau masalah jantung,” ungkap dr. Meilina.
Sleep apnea, misalnya, dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen dalam darah saat tidur, yang pada akhirnya merusak jaringan otak dan jantung. Orang yang tampaknya tidur lama tapi berkualitas buruk sebenarnya tidak mendapatkan manfaat tidur yang sesungguhnya.
Bagaimana Cara Menjaga Durasi Tidur yang Sehat?
Tidur berkualitas selama 7–8 jam setiap malam bukanlah mimpi di siang bolong jika dilakukan dengan konsisten dan disiplin. Berikut beberapa saran dari dr. Meilina:
- Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari, bahkan di akhir pekan.
- Hindari kafein dan alkohol menjelang waktu tidur.
- Matikan perangkat elektronik setidaknya 30 menit sebelum tidur.
- Ciptakan lingkungan kamar tidur yang tenang dan gelap.
- Lakukan aktivitas fisik ringan di siang hari untuk membantu tubuh lebih mudah tertidur di malam hari.
Suara dari Masyarakat
Aditya (35), seorang profesional muda di Jakarta, mengaku hanya tidur 5 jam per hari karena pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. “Saya sering merasa pusing dan kelelahan. Baru-baru ini dokter bilang tekanan darah saya mulai naik,” ujarnya. Setelah mengubah pola tidurnya menjadi lebih teratur dan minimal 7 jam per malam, Aditya merasakan perubahan drastis. “Saya lebih fokus, lebih tenang, dan tidak gampang sakit.”
Penutup: Tidur adalah Investasi Kesehatan Otak
Penting untuk dipahami bahwa tidur bukan sekadar waktu istirahat dari aktivitas harian. Ia adalah salah satu fondasi utama kesehatan jangka panjang, terutama untuk mencegah penyakit serius seperti stroke.
“Jika Anda ingin menjaga otak dan jantung tetap sehat hingga usia lanjut, mulai dari malam ini—jadikan tidur sebagai prioritas,” tegas dr. Meilina.
Jadi, haruskah orang dewasa tidur 7 jam setiap hari untuk mengurangi risiko stroke? Bukan hanya harus. Itu adalah kebutuhan biologis yang tidak bisa ditawar.








