Blora – Dalam upaya memperkuat peran perempuan dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP, M.Si resmi melantik jajaran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Tim Pembina Posyandu Kabupaten Blora pada Selasa (tanggal pelantikan), di Pendopo Rumah Dinas Bupati. Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi penguatan gerakan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
Acara pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, Forkopimda, para kepala dinas terkait, camat se-Kabupaten Blora, serta perwakilan organisasi wanita dan tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Arief menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan lembaga masyarakat dalam mendukung pembangunan yang berbasis keluarga.
PKK sebagai Mitra Strategis Pemerintah
“PKK bukan hanya sekadar organisasi perempuan, tetapi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan keluarga, penguatan ekonomi rumah tangga, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Arief Rohman dalam pidatonya.
Beliau menambahkan, melalui 10 Program Pokok PKK, tim yang baru dilantik diharapkan mampu melakukan inovasi dan terobosan, terutama dalam bidang pendidikan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta pencegahan stunting yang saat ini menjadi prioritas nasional dan daerah.
Dalam pelantikan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Blora yang baru juga dikukuhkan, beserta pengurus harian, koordinator bidang, dan seksi-seksi kerja. Mereka diharapkan mampu membawa angin segar dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Penguatan Layanan Dasar Melalui Posyandu
Pelantikan Tim Pembina Posyandu yang dilaksanakan bersamaan juga menjadi titik tolak penting dalam revitalisasi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar di masyarakat.
“Tim Pembina Posyandu harus hadir aktif mendampingi para kader di lapangan, memberikan pelatihan, motivasi, serta memastikan layanan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya ibu dan anak,” tutur Arief.
Menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, masih terdapat sejumlah Posyandu yang memerlukan penguatan baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya manusia. Oleh karena itu, tim pembina yang dilantik diharapkan segera melakukan pemetaan, koordinasi lintas sektor, dan mendorong inovasi pelayanan di tingkat desa dan kelurahan.
Lihat Juga: Bupati Arief Rohman Lantik TP PKK dan Tim Pembina Posyandu
Komitmen Terhadap Pencegahan Stunting dan Ketahanan Keluarga
Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK yang baru dilantik menegaskan komitmennya untuk menjadikan PKK sebagai garda terdepan dalam program penurunan angka stunting, peningkatan gizi anak, serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Kita ingin PKK hadir nyata di tengah-tengah masyarakat. Kita ingin kader-kader PKK dan Posyandu menjadi sahabat bagi ibu-ibu di desa, tempat mereka bisa bertanya, berkonsultasi, dan mendapatkan bimbingan,” ucapnya.
Program prioritas yang akan dijalankan antara lain pendampingan ibu hamil dan balita, pelatihan ekonomi kreatif berbasis rumah tangga, edukasi peran ayah dalam pengasuhan anak, hingga kampanye hidup sehat melalui dapur sehat atasi stunting (Dashat).
Harapan dan Tindak Lanjut
Bupati Arief Rohman menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung setiap kegiatan yang dijalankan TP PKK dan Tim Pembina Posyandu, baik melalui alokasi anggaran, pelatihan, maupun pendampingan teknis.
“Kolaborasi adalah kunci. Tidak mungkin pemerintah jalan sendiri. Kita butuh PKK, kita butuh kader Posyandu, kita butuh semua elemen masyarakat untuk bersama membangun Blora dari desa,” tegasnya menutup sambutan.
Pelantikan ditutup dengan penandatanganan berita acara pelantikan, penyematan pin, serta penyerahan simbolis paket alat bantu kader Posyandu. Acara ini disambut antusias oleh para peserta, yang menganggapnya sebagai bentuk apresiasi sekaligus tantangan untuk bekerja lebih baik demi Blora yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.








